[/IMG][IMG]
[/IMG][IMG]
[/IMG][IMG]
[/IMG][IMG]



[/IMG][IMG]
[/IMG][IMG]
[/IMG][IMG]
[/IMG][IMG]



ni 5 orang gila abis.... kita jadi terharu nihh...loohh,kok terharu...tapi asli kita nge-idolain mereka(kita!!,lo az kali w enggak)...check this....





WASHINGTON, JUMAT - Selain berhasil memotret planet asing di luar tata surya untuk pertama kalinya, para ilmuwan NASA juga menemukan tiga planet baru yang mengelilingi satu bintang. Namun, ketiganya terlalu jauh sehingga tidak dapat direkam secara langsung.
"Setiap planet ekstrasolar terdeteksi pada jarak sangat jauh sehingga hanya dapat diketahui dari gelombang di grafik pengamatan," ujar Bruce Macintosh, pakar astrofisika dari Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, California, AS.
Trio planet itu mengorbit bintang HR 8799 yang berada di konstelasi Pegasus, 130 tahun cahaya dari Bumi (1 tahun cahaya setara dengan 9,46 triliun kilometer). Bintang yang menjadi pusat tata surya itu mirip Matahari dengan ukuran 1,5 kali lebih besar.
Masing-masing planet terletak pada jarak 24, 38, dan 68 unit astronomi dari bintangnya (1 AU setara dengan 150 juta kilometer). Dua planet yang terdekat dengan bintang berukuran 10 kali massa Planet Jupiter dan yang terjauh 7 kali massa Planet Jupiter.
Planet-planet tersebut diperkirakan baru berumur 60 juta tahun sehingga bisa dikatakan sangat muda dalam standar astronomi. Bagian permukaannya masih sangat panas dengan bola-bola api yang masih sering terbentuk di atasnya. Sebagai perbandingan, Bumi telah berumur 4,5 miliar tahun.
Orbit ketiga planet termasuk berada di luar seperti Jupiter mengelilingi Matahari. Jika tata surya tersebut memiliki sifat seperti tata surya kita, ada kemungkinan planet lain di orbit lebih dalam yang berukuran lebih kecil.
"Saya kira masih besar peluangnya menemukan planet lain di sistem tata surya tersebut," ujar Macintosh. Para astronom menyatakan target berikutnya adalah mencari planet yang memiliki sifat seperti Bumi.
Penemuan tata surya seperti Matahari yang berpusat di bintang HR 8799 merupakan petunjuk untuk mencari planet seperti Bumi. Yang sering menjadi masalah adalah planet padat seperti Bumi lebih sulit dideteksi dan lebih dekat dengan bintangnya sehingga kalah dengan pancaran cahaya bintang.
Penemuan trio planet diumumkan, Kamis (13/11) bersamaan dengan publikasi foto pertama planet ekstasolar yang dimulat jurnal Science teranyar. NASA mengkalin untuk pertama kalinya memotret planet Fomalhaut b yang mengelilingi bintang bernama Fomalhaut dengan gabungan foto teleskop ruang angkasa Hubble dan sejumlah teleskop terestrial.
JAKARTA, KAMIS - Heboh monster air di Ancol beredar di Internet. Dalam video yang direkam dengan terencana berdurasi 3.16 menit, ditampilkan bagaimana gerombolan makhluk kecil di tepi pantai menghabiskan bangkai ikan segar dalam waktu singkat layaknya seekor piranha.
Rekaman yang dibuat Bocah Petualang Production ini diambil pada malam hari. Adegan dimulai dengan melemparkan seekor bangkai ikan ke air. Spontan makhluk-makhluk kecil yang berjalan cepat mengelilingi bangkai tersebut dan mulai mencernanya secara berkoloni. Untuk melepaskan makhluk-makhluk tersebut dari bangkai yang tersisa terlihat sulit bahkan dengan api dari tetesan sedotan yang dibakar.
Ketika dikonfirmasi tentang kabar tersebut, pihak pengelola tempat hiburan Taman Impian Jaya Ancol membantah tentang adanya sejenis ikan ganas mirip Piranha di perairan Ancol, Jakarta Utara. Namun, pihak pengelola menyatakan akan melakukan pemeriksaan di lapangan.
"Tidak ada pengunjung Ancol yang diserang. Kita tidak tahu itu jenis ikan apa. Tapi kita akan cari tahu," kata Corporate Communication Manager PT Pembangunan Jaya Ancol, Sofia Cakti di Jakarta, Kamis (13/11). Hal tersebut dikemukakan Sofia menanggapi maraknya isu bahwa makhluk tersebut dikhawatirkan membahayakan keselamatan manusia, khususnya yang berlibur di sekitar pantai Ancol.
Menurut Sofia, informasi tentang monster air tersebut diragukan kebenarannya. Selain tidak ada laporan resmi tentang makhluk tersebut, juga tidak pernah ada satu pun yang pernah menjadi korban. Kendati demikian, ungkapnya, pihak Taman Impian Jaya Ancol akan melakukan pemeriksaan di lapangan.
Salah satu upaya yang telah dilakukan di antaranya melakukan pengukuran PH kawasan tepi pantai di sepanjang pesisir Ancol. "Sekaligus itu inspeksi rutin. Kami bekerjasama dengan Badan Pengawasan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD)," tambah Sofia.
Sementara itu dari teks yang menyertai video tentang ikan ganas di YouTube menyebutkan, para nelayan di perairan Ancol menamai jenis ikan kecil namun ganas itu sebagai 'Kutu Air'. Dalam Wikipedia disebutkan bahwa sebagian kutu air (water flea) memang memengsa serpihan bangkai meski umumnya makan plankton dan alga.